bentuk dan pola muka bumi

TentangBentuk dan Pola. Muka Bumi. Perlu kita ketahui bahwa bentuk permukaan bumi tidak rata. Ada yang berupa. dataran tinggi, dataran rendah, dan perairan. Apakah di daerahmu terdapat bentuk. muka bumi berupa gunung, sungai, atau laut. Bentuk muka bumi antara daerah. satu dan yang lain berbeda-beda. Dengan menggunakan peta kita dapat mengetahui tepatnyadi negara Tanzania. Di muka bumi ini masih. banyak kenampakan alam lainnya dengan relief yang. berbeda-beda. Mengapa relief muka bumi ini tidak sama? Apakah pengaruhnya terhadap kehidupan? Penting. bagi kita untuk mengetahui berbagai pola dan bentuk. muka bumi. Kita dapat mengetahui berbagai pola dan. bentuk muka bumi dengan TenagaEndogen. Tenaga endogen merupakan tenaga alam yang berasal dari dalam bumi. Tenaga endogen memiliki pengaruh cukup besar dalam membentuk raut muka bumi yang tidak rata. Secara umum tenaga endogen terbagi menjadi tiga jenis, yaitu aktivitas vulkanisme, tektonisme, dan gempa bumi (seisme). a. Tomboloadalah endapan material sedimen yang menghubungkan daratan dengan pulau kecil, sedangkan spit merupakan endapan material sedimen laut di bagian ujung tanjung. Di Indonesia kenampakan tombolo dan tanjung dapat dijumpai di Pulau Bali. Wilayah sempit Jimbaran merupakan tombolo yang menghubungkan Pulau Bali dengan pulau kecil di bagian selatan. Q Perhatikan bentuk rumah berikut. 1) Langit – langit tinggi. 2) Ventilasi lebar. 3) Jumlah jendela sedikit. 4) Atap terbuat dari seng. Bentuk rumah yang tepat digunakan di daerah dataran rendah ditunjukkan oleh nomer. Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd. Pola Dan Variasi Bentuk Muka Bumi Berbagi Bentuk Penting - Here's Pola Dan Variasi Bentuk Muka Bumi Berbagi Bentuk Penting collected from all over the world, in one place. The data about Pola Dan Variasi Bentuk Muka Bumi Berbagi Bentuk Penting turns out to be....pola dan variasi bentuk muka bumi berbagi bentuk penting, riset, pola, dan, variasi, bentuk, muka, bumi, berbagi, bentuk, penting LIST OF CONTENT Opening Something Relevant Conclusion Recommended Posts of Pola Dan Variasi Bentuk Muka Bumi Berbagi Bentuk Penting Conclusion From Pola Dan Variasi Bentuk Muka Bumi Berbagi Bentuk Penting Pola Dan Variasi Bentuk Muka Bumi Berbagi Bentuk Penting - A collection of text Pola Dan Variasi Bentuk Muka Bumi Berbagi Bentuk Penting from the internet giant network on planet earth, can be seen here. We hope you find what you are looking for. Hopefully can help. Thanks. See the Next Post Hampir sepanjang sejarah selama ratusan tahun kita telah mengetahui dan juga meyakini bahwa bentuk planet baca planet di tata surya dan ciri-ciri planet termasuk juga planet Bumi adalah bulat dengan pepat di kedua kutubnya. Hal ini telah diajarkan kepada manusia di seluruh dunia melalui bangku pendidikan formal dalam mata pelajaran sains atau ilmu pengetahuan alam. Dari itu pula kita juga dapat melihat tiruan Bumi dalam wujud bola dunia atau globe. Meskipun demikian, selama beberapa waktu kita juga pernah mendengar bantahan mengenai bentuk Bumi baca inti Bumi mengenai bentuk muka bumiAda sebuah teori yang beredar di masyarakat yang menyatakan bahwa sejatinya bentuk bumi bukanlah bulat dengan pepat di kedua kutubnya, namun bentuk bumi justru adalah datar. Teori yang menyatakan demikian ini disebut sebagai Teori Flat Earth. Dalam peredarannya, teori ini mengemukakan bantahan- bantahan terhadap bentuk Bumi bulat pepat dengan menjelaskan berbagai macam bukti yang menyatakan Bumi bulat dan disertai dengan dalil- dalil atau ayat dari kitab Suci. Namun untuk kebenarannya, teori ini masih sangat lemah dan bahkan belum dapat diterima masyarakat. Itulah perdebatan mengenai bentuk membicarakan bentuk bentuk muka Bumi, kita juga akan mengupas lebih dalam mengenai bentuk- bentuk permukaan Bumi baca kerak Bumi. Kita sebagai manusia, beserta dengan binatang maupun tumbuh- tumbuhan hidup di Bumi yakni di bagian permukaannya. Permukaan Bumi ini juga seringkali kita sebut sebagai dunia. Di dunia ini kita mengenal berbagai macam bentuk permukaan Bumi. Beberapa bentuk permukaan Bumi ini diantaranya adalah perairan dan daratan baca ekosistem darat. Dalam miniatur bola dunia, kita juga memperhatikan bahwasannya ada dua warna dalam permukaan Bumi, yakni warna biru dan juga warna coklat atau kuning. Warna biru melambangkan perairan dan warna coklat ataupun kuning melambangkan daratan. Dalam artikel ini kita akan membahas mengenai kedua bentuk bentuk muka bumi tersebut, yakni daratan dan merupakan salah satu bentuk dari pemukaan Bumi. Kita sendiri sudah sangat mengenal sekali apa itu daratan. Bahkan daratan merupakan bagian dari Bumi yang sangat penting dan juga sangat sering kita temui. Dalam kehidupan sehari- hari, manusia, binatang dan juga tumbuh- tumbuhan hidup atau tinggal di daratan. Daratan ini dapat kita temui dalam berbagai wujud, yakni tanah baca jenis tanah, es baca hujan es, padang pasir baca gurun terluas di dunia, dan lain daratan yang dijadikan tempat tinggal manusia di negara kita adalah tanah. Daratan sebagai sebuah tempat tinggal manusia, mempunyai beberapa bentukan yang berbeda- beda. Bentukan- bentukan daratan ini seringkali kita sebit dengan relief. Beberapa relief dari dari daratan antara lain adalah pegunungan, gunung, bukit atau perbukitan, lembah, dan jurang. Relief- relief seperti ini dapat dengan mudah kita temukan di Indonesia karena Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai bentukan alam yang luar biasa. Mengenai masing- masing jenis relief tersebut kita akan membahasnya satu per relief dari daratan pertama yang akan kita bahasa adalah gunung. Kita meyakini bahwa hampir semua orang sudah mengetahui apa itu gunung. Di Indonesia sendiri kita juga dapat menemukan sosok gunung dengan sangat mudah. Mengingat bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak sekali gunung. Mengenai pengertian gunung sendiri adalah permukaan Bumi yang menonjol dan juga menjulang tinggi. Gunung adalah bentukan relief yang mempunyai tiga bagian, yakni puncak, lereng, dan juga kaki gunung. Mengenai jenis gunung di dunia ini ada dua macam, yakni gunung aktif dan gunung tidak aktifGunung aktif merupakan sebutan bagi gunung berapi. Gunung berapi merupakan gunung yang masih aktif mengeluarkan isi atau material- material yang ada di permukaan Bumi. Gunung berapi pada saat mengeluarkan isi perut Bumi disebut dengan peristiwa erupsi. Erupsi gunung berapi ini dapat terjadi dalam satu periode. Masing- masing gunung berapi yang masih aktif mempunyai periode erupsi yang berbeda- erupsi gunung dapat menimbulkan bencana alam yang sangat dasyat, namun beberapa erupsi gunung tidak terlalu besar dalam menimbulkan dampak negatif. Ada banyak sekali jenis gunung api yang atif di Indonesia. Gunung- gunung ini selalu mengalami erupsi dalam beberapa waktu. Adapun contoh gunung aktif baca gunung tertinggi di dunia yang ada di Indonesia adalah gunung Merapi, gunung Kelud, gunung Bromo, gunung Sinabung, dan lain tidak aktifJenis gunung yang kedua adalah gunung yang tidak aktif. Gunung yang tidak aktif merupakan jenis gunung yang tidak mengeluarkan isi perut Bumi lagi. Dengan kata lain, gunung yang tidak aktif ini adalah gunung yang tidak mengalami peristiwa erupsi lagi. Hal ini bisa disebabkan karena beberapa faktor. Gunung yang tidak aktif ini bisa saja pada awalnya merupakan gunung berapi yang masih aktif yang kemudian akan memudar keaktifannya dan menjadi gunung yang tidak aktif. Namun ada pula gunung yang memang tidak mengalami peristiwa erupsi sama sekali. Contoh gunung berapi yang tidak aktif lagi di Indonesia adalah gunung Tangkuban beberapa jenis gunung yang ada di dunia ini. Dari kedua jenis gunung tersebut, yang ada di Indonesia adalah jenis gunung aktif dan juga jenis gunung yang tidak aktif. Dengan kata lain, kedua jenis gunung ini semuanya terdapat di atau bentuk relief daratan yang selanjutnya adalah pegunungan. Pegunungan, meskipun dari namanya mirip dengan gunung, namun keduanya mempunyai beberapa perbedaan. Yang dimaksud dengan pegunungan adalah kumpulan dari beberapa adalah kumpulan gunung- gunung yang saling berdekatan atau seringkali disebut juga dengan gugusan beberapa gunung. Pegunungan dikelompokkan menjadi dua jenis. Jenis pegunungan yang pertama adalah adalah pegunungan tinggi dan yang kedua adalah jenis pegunungan rendah. Jenis pegunungan ini akan kita jelaskan sebagai berikutPegunungan tinggiJenis pegunungan yang pertama adalah pegunungan tinggi. Pegunungan tinggi merupakan jenis pegunungan yang tingginya bisa mencapai lebih dari meter di atas permukaan laut. Ada sebuah contoh pegunungan tinggi yang sangat terkenal di Asia, yakni pegunungan rendahJenis pegunungan yang kedua adalah gunung rendah. Pegunungan rendah tentunya berbeda dengan pegunungan tinggi. Perbedaan ini terletak pada tingginya pegunungan tersebut. Pegunungan rendah ini merupakan jenis pegunungan yang mempunyai ketinggian antara 500 sampai dengan meter di atas permukaan air laut. Indonesia sendiri merupakan negara yang kaya akan pegunungan, sehingga jenis pegunungan rendah ini tentu saja ada di beberapa jenis pegunungan. Kita telah mengetahui pengertian gunung dan juga pegunungan. Meski dikatakan bahwasannya pegunungan merupakan kumpulan dari beberapa gunung, namun perlu diketahui bahwasannya pegunungan ini tidak mengalami erupsi seperti yang dialami oleh gunung berapi atau gunung aktif. Kesamaan dengan gunung sendiri yakni merupakan permukaan daratan Bumi yang menonjol. Namun perlu diingat bahwasannya pegunungan tidak mengeluarkan material- material yang ada di dalam perut atau perbukitanJenis relief daratan yang selanjutnya adalah bukit atau perbukitan. Perbukitan lagi- lagi merupakan jenis bentang alam atau relief yang berupa tonjolan di daratan. Seperti halnya dengan gunung dan pegunungan, perbukitan mempunyai ketinggian lebih daripada daerah di sekitarnya. Yang dimaksud bukit atau perbukitan adalah wilayah di permukaan Bumi yang memiliki ketinggian antara 200 sampai dengan 500 meter di atas permukaan bentuknya, bentuk perbukitan ini hampir menyerupai bentuk pegunungan , namun memiliki ketinggian yang lebih rendah atau tidak setinggi pegunungan. Perbukitan ini biasanya memiliki udara yang sejuk dan lebih dingin daripada dataran yang lebih rendah. Perbukitan ini juga bisa ditanami oleh beberapa tanaman khas perbukitan atau yang cocok dengan udara dingin. Beberapa contoh tanaman misalnya adalah tembakau atau tanaman teh. Perbukitan juga merupakan tempat yang sangat cocok digunakan sebagai tempat merupakan bentuk relief dari permukaan Bumi yang selanjutnya. Jika kita telah mengetahui mengenai permukaan Bumi yang menonjol, selanjutnya kita akan menemui bentukan relief yang berupa cekungan. Yang kita akan bicarakan adalah lembah. Lembah merupakan dataran rendah yang ada di sekitar perbukitan. Jika perbukitan merupakan dataran yang tinggi, maka lembah merupakan dataran rendah yang ada di sekitarnya. Lembah ini biasanya merupkan daerah yang digunakan masyarakat sebagai tempat tinggal. Di lembah ini pula udara yang dirasakan lebih hangat daripada yang ada di beberapa bentukan relief yang ada di salah satu bentuk permukaan Bumi, yakni daratan. dari beberapa relief tersebut mempunyai berbagai macam sifat yang berbeda- beda. Selanjutnya kita akan membicarakan mengenai bentuk permukaan Bumi yang selanjutnya, yakni permukaan Bumi yang selanjutnya adalah perairan. Dalam bola dunia ataupun peta, perairan ini ditunjukkan dengan warna biru. Jika kita lihat dengan seksama, maka warna biru ini lebih dominan daripada daratan. Ya, hal ini karena luas perairan di Bumi memang lebih luas daripada luas daratan. mengenai perairan sendiri ada perairan yang luas yang kita sebut dengan laut atau samudera baca daftar samudera di Dunia, namun ada pula perairan yanga ada di kesempatan ini kita akan membicarakan mengenai jenis peraiaran yang luas, yakni samudera atau lautan. Permukaan lautan adalah suatu wilayah yang ditutupi oleh perairan. Kita tidak dapat melihat permukaan air laut ini secara langsung karena letaknya yang sangat dalam. Mengenai bentukan atau relief daratan lautan sendiri adalah sebagai berikutDangkalan atau Paparan BenuaBentukan atau relief daratan lautan/ samudera yang pertama adalah dangkalan atau disebut juga dengan paparan benua baca benua terbesar di dunia. Dangkalan merupakan permukaan laut yang luas dan memiliki kedalaman kurang dari 200 meter. Relief ini merupakan kepanjangan dari daratan pulau ataupun benua. Di Indonesia, contoh dari paparan atau dangkalan ini adalah dangkalan Sunda dan dangkalan lautJenis relief dari daratan lautan yang kedua adalah ambang laut. Ambang laut merupakan permukaan daratan laut baca macam- macam laut dangkal dan juga sebagai pemisah dua buah lautan yang dalam. Di Dunia ini contoh ambang laut adalah ambang laut Sulu dan juga ambang lautSelanjutnya mengenai relief dari daratan laut adalah berupa punggung laut. Punggung laut merupakan bentuk permukaan laut yang menyerupai bukit. Sehingga punggung laut ini merupakan bukit yang berada di dalam laut, namun meski demikian, punggung laut ini tidak sampai muncul ke LautSelanjutnya adalah gunung laut. Gunung laut ini merupakan permukaan laut yang sama halnya dengan gunung di daratan. Hanya saja perbedaannya terletak pada tempatnya. Gunung laut ini terletak di bawah laut. Sama juga dengan gunung di daratan, gunung laut ini ada yang aktif dan ada pula yang tidak karangPulau karang merupakan bentuk permukaan laut yang berbentuk seperti halnya pulau yang terdiri atas batuan dan juga karang yang jmana jumlahnya sangat banyak. Batuan karang ini terbentuk atas binatang- binatang yang sudah mati dan bertumpuk menjadi laut atau bekenLubuk laut atau beken merupakan permukaan laut yang memiliki bentuk seperti cekungan besar dan juga lebar yang sangat lautPalung laut dikenal juga sebagai jurang laut. Palung laut ini berbentuk sempit, gelap dan juga memanjang ke bawah menyerupai huruf V. Palung laut ini merupakan permukaan laut yang paling beberapa relief atau bentukan dari permukaan laut. Relief permukaan laut ini pada dasarnya sama dengan relief yang ada di daratan, hanya saja letaknya di bawah air. Bab IX Interpretasi Peta Tentang Bentuk dan Pola Muka Bumi Sumber Lembah dan pegunungan merupakan contoh bentuk muka bumi Perlu kita ketahui bahwa bentuk permukaan bumi tidak rata. Ada yang berupa dataran tinggi, dataran rendah, dan perairan. Apakah di daerahmu terdapat bentuk muka bumi berupa gunung, sungai, atau laut. Bentuk muka bumi antara daerah satu dan yang lain berbeda-beda. Dengan menggunakan peta kita dapat mengetahui bentuk permukaan bumi di tiap daerah. IPS SMP/MTs Kelas IX 177 Peta Konsep Interpretasi Peta Tentang Bentuk dan Pola Muka Bumi Menginterpretasikan peta umum Menginterpretasikan peta topografi Penampang melintang bentuk muka bumi Mencari informasi yang diperlukan Kata Kunci - Peta umum Bentuk muka bumi - Peta topografi - Penampang melintang bumi Tujuan Pembelajaran Setelah menyelesaikan bab ini, diharapkan siswa dapat 1. Mendeskripsikan pengertian Interpretasi Peta 2. Menginterpretasi Peta Umum 3. Menginterpretasi Peta Topografi 4. Menginterpretasi dan membuat penampang melintang bentuk muka bumi 178 IPS SMP/MTs Kelas IX Apakah kamu mempunyai peta? Apakah kamu tahu arti peta? Peta adalah gambaran permukaan bumi dalam bidang datar. Peta merupakan alat peraga. Peta dapat berupa gambaran tentang tinggi rendahnya suatu daerah topografi, penyebaran penduduk, curah hujan, penyebaran batuan geologi, penyebaran jenis tanah dan semua hal lain yang berhubungan dengan kedudukannya dalam ruang. Dengan peta kita dapat membaca dan memahami keadaan fisik dan geografis suatu tempat. Peta merupakan media untuk mengetahui keadaan permukaan bumi. Pada peta terdapat bagian unsur-unsur yang harus ada, yang sangat bermanfaat bagi pembaca peta. Tahukah kamu apa saja yang harus ada di dalam peta? Agar peta dapat dibaca oleh siapa saja, peta dibuat berdasarkan aturan yang disepakati secara internasional. Untuk memahaminya, simaklah dengan saksama uraian berikut ini! A Menginterpretasi Peta Umum Bentuk muka bumi atau relief daratan dapat diamati secara langsung di lapangan, namun dapat juga dengan melihat peta. Dari sebuah peta kita dapat mengetahui bentuk relief dari suatu tempat/wilayah. Dari sebuah peta kita dapat melihat gunung, pegunungan, pantai, dataran rendah, sungai, danau, laut, selat dan lain-lainnya. Itulah yang disebut interpretasi peta. Jadi interpretasi peta adalah memahami simbol-simbol yang ada pada peta dan hubungannya dengan simbol-simbol lainnya. Contoh simbol-simbol yang ada pada peta adalah = Sungai = Danau = Rawa = Gunung aktif = Gunung tidak aktif Peta umum adalah peta yang dibuat berdasarkan kenampakan umum. Sebelum menginterpretasi peta umum, lakukan langkah-langkah sebagai berikut. 1 2 3 4 Siapkan peta umum yang akan diinterpretasi, misalnya peta pulau Sumatera. Perhatikan legenda untuk memahami makna simbol-simbol yang terdapat pada peta. Perhatikan persebaran data pada wilayah pulau tersebut. Perhatikan tahun pembuatan peta untuk mengetahui apakah peta tersebut masih relevan atau tidak. IPS SMP/MTs Kelas IX 179 Sumber Atlas Indonesia dan Dunia Peta Pulau Sumatera Setelah melakukan langkah-langkah tersebut maka akan diperoleh informasi dari peta tersebut, yaitu sebagai berikut. a Sungai Sungai ditunjukkan dengan garis berkelok-kelok. Sungai-sungai besar yang terdapat di Pulau Sumatera antara lain Sungai Simpang Kanan, Asahan, Batanghari, Musi, Kampar, dan lain-lain. b Pegunungan dan Dataran Tinggi Pegunungan dan dataran tinggi memanjang di sepanjang Pulau Sumatera. Pegunungan dan dataran tinggi ditunjukkan dengan warna merah dan kuning. Pegunungan yang terdapat di Pulau Sumatra antara lain pegunungan Bukit Barisan. c Dataran Rendah dan Rawa Dataran rendah dan rawa ditunjukkan dengan warna hijau dan hijau dengan garis putus-putus. Dataran rendah dan rawa terdapat di sepanjang pantai timur dan barat Pulau Sumatera. 180 IPS SMP/MTs Kelas IX d Danau Danau ditunjukkan dengan warna biru. yang terdapat di Pulau Sumatera antara lain danau Toba, Maninjau, Ranau, Kerinci, dan Singkarak. e Gunung Gunung ditunjukkan dengan bentuk segitiga. Segitiga merah artinya gunung berapi aktif, segitiga hitam artinya gunung tidak berapi tidak aktif. Gununggunung yang terdapat di Pulau Sumatera antara lain gunung Leuser, Kerinci, Bandahara, Sibayak, dan Sinabung. f Kepulauan Kepulauan yang terdapat di Pulau Sumatera antara lain berikut ini. - Kepulauan Batu, Nias, dan Pini di Sumatera Utara. - Kepulauan Banyak dan Simeulue di Nanggroe Aceh Darrussalam. - Kepulauan Mentawai dan Pagai di Sumatera Barat. - Kepulauan Natuna, Nambas, dan Lingga di Provinsi Kepulauan Riau. g Laut dan Selat Laut dan selat ditunjukkan dengan warna biru. Gradasi tingkatan warna menunjukkan kedalaman wilayah laut dan selat. Semakin pekat tua warna biru menunjukkan lebih dalam dari pada warna biru muda. Selat dan laut yang ada di Pulau Sumatera antara lain sebagai berikut - Selat Sunda antara Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. - Selat Malaka antara Pulau Sumatera dan Semenanjung Malaysia. - Selat Berhala antara Pulau Sumatera dan Pulau Singkep - Selat Bangka antara Pulau Sumatera dan Pulau Bangka. - Laut Natuna di sebelah selatan Kepulauan Natuna. Tugas Kemandirian Untuk melatih berpikir kritis, coba kamu perhatikan pernyataan ini. Kamu pasti sudah mengetahui apa saja yang ditunjukkan di dalam peta umum. Manfaat apa saja yang dapat diperoleh oleh orang yang mencermati peta umum? Hasilnya diserahkan kepada gurumu. IPS SMP/MTs Kelas IX 181 B Menginterpretasikan Peta Topografi Peta topografi adalah peta yang menggambarkan tinggi rendahnya muka bumi. Dari peta topografi kita dapat mengetahui ketinggian suatu tempat secara akurat. Cara menginterpretasikan peta topografi berbeda dengan peta umum karena simbolsimbol yang digunakan berbeda. Sebelum menginterpretasikan peta topografi, lakukan langkah-langkah sebagai berikut. 1 Siapkan peta topografi yang akan diinterpretasikan, misalnya peta Pulau Jawa. 2 Perhatikan legenda untuk memahami makna simbol-simbol yang terdapat pada peta. 3 Perhatikan persebaran data pada wilayah tersebut. 4 Perhatikan tahun pembuatan peta untuk mengetahui apakah peta tersebut masih relevan atau tidak. Pada peta topografi terdapat garis-garis kontur yang menunjukkan relief muka bumi. Peta topografi menunjukkan bentuk-bentuk muka bumi. Bentuk-bentuk muka bumi tersebut adalah sebagai berikut. a. Lereng 140 m 120 m 100 m 80 m 60 m 40 m eng Ler Lereng pada peta topografi digambarkan seperti di samping! 140 m 120 m 100 m 80 m 60 m 40 m Sumber Penulis Bentuk lereng pada peta topografi b. Cekungan Depresi Cekungan Depresi pada peta topografi digambarkan seperti di bawah ini! Sumber Dokumen Penulis Sebuah Cekungan Depresi 182 Sumber Penulis Bentuk cekungan pada peta topografi IPS SMP/MTs Kelas IX c. Bukit Bukit pada peta topografi digambarkan seperti di bawah ini! Sumber Dokumen Penulis Bukit pada peta topografi d. Pegunungan Pegunungan pada peta topografi digambarkan seperti di bawah ini! Sumber Dokumen penulis Pegunungan Bentuk pegunungan pada peta topografi. Tugas Kemandirian Untuk memupuk wawasan produktivitas kamu, pikirkan bahwa kamu pasti sudah mengetahui apa saja yang ditunjukkan di dalam peta topografi. Manfaat apa saja yang dapat diperoleh oleh orang yang mencermati peta umum? Hasilnya diserahkan kepada gurumu. IPS SMP/MTs Kelas IX 183 C U Penampang Melintang Bentuk Muka Bumi 100 Penampang melintang adalah penampang permukaan bumi yang dipotong secara tegak lurus. Dengan penampang melintang maka dapat diketahui/dilihat secara jelas bentuk dan ketinggian suatu tempat yang ada di muka bumi. Untuk membuat sebuah penampang melintang maka harus tersedia peta topografi sebab hanya peta topografi yang dapat dibuat penampang melintangnya. + 680 650 A 500 A + 675 650 500 400 300 200 650 500 400 200 100 A 650 500 400 500 400 300 200 300 B Sumber Dokumen penulis Penampang melintang pegunungan. b a c h d e f i g Sumber Dokumen penulis Penampang melintang bentuk muka bumi dasar laut a b c d = = = = pulau zona pasang surut paparan benua lereng benua e f g h i = = = = = basin/bekken punggung laut palung gunung laut guyot Tugas Untuk memupuk wawasan kontekstual kamu, perhatikan pernyataan ini. Informasi apa yang diperoleh dari gambar penampang melintang bentuk muka bumi tersebut? Hasilnya diserahkan kepada gurumu. 184 IPS SMP/MTs Kelas IX Rangkuman Materi 1. 2. 3. 4. 5. Dari sebuah peta kita dapat mengetahui bentuk relief dari suatu tempat/ wilayah. Interpretasi peta adalah memahami simbol-simbol yang ada pada peta dan hubungannya dengan simbol-simbol lainnya. Peta topografi adalah peta yang menggambarkan tinggi rendahnya muka bumi. Dari peta topografi kita dapat mengetahui ketinggian suatu tempat secara akurat. Penampang Melintang adalah penampang permukaan bumi yang dipotong secara tegak lurus. Dengan penampang melintang maka dapat diketahui/dilihat secara jelas bentuk dan ketinggian suatu tempat yang ada di muka bumi. Refleksi Di dalam peta disediakan berbagai informasi. Namun demikian, informasi tersebut hanya dapat dipahami oleh orang yang memahami simbol-simbol yang ada di dalam peta. Agar simbol-simbol yang terdapat di dalam peta dapat dipahami dengan benar, simbol-simbol itu harus dibuat secara standar. Menurut kamu, jika simbol yang tersedia belum cukup, bagaimana cara pemecahannya? Uji Kompetensi Ayo Kerjakan di buku tugas kalian! I. Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1. Pada peta umum, dataran rendah ditunjukkan dengan warna…. a. kuning b. merah c. hijau d. hijau dan garis putus-putus IPS SMP/MTs Kelas IX 2. Pada peta umum, daerah rawa ditunjukkan dengan warna/ gambar… a. kuning b. merah c. hijau d. hijau dan garis putus-putus 185 7. Simbol berupa segitiga merah menunjukkan ….. a. gunung mati c. pegunungan b. gunung berapi d. dataran tinggi Dengan penampang melintang dapat diketahui…. a. bentuk dan ketinggian suatu tempat b. jenis tanah pada suatu tempat c. persebaran flora dan fauna suatu tempat d. persebaran penduduk suatu tempat 8. Wilayah perairan berupa laut ditunjukkan dengan gradasi warna biru. Gradasi warna itu bermakna…. a. perbedaan suhu air laut b. perbedaan jenis biota laut c. perbedaan kedalaman laut d. batas wilayah ZEE Peta yang paling memungkinkan dibuat penampang melintang adalah…. a. peta umum b. peta topografi c. peta statistik kualitatif d. peta statistik kuantitatif 9. Sebelum menginterpretasikan peta harus diperhatikan tahun pembuatan peta tersebut. Tujuannya adalah…. a. mengetahui validitas data pada peta b. mengetahui umur peta c. mengetahui akurasi gambar d. mengetahui pembuat peta 3. Pada peta umum, garis berkelok-kelok menunjukkan…. a. gunung c. rawa b. danau d. sungai 4. 5. 6. II. 1. Kelebihan peta topografi adalah…. a. dapat menunjukkan ketinggian suatu tempat secara tepat b. dapat menunjukkan jenis tanah pada suatu tempat c. dapat menunjukkan persebaran flora dan fauna suatu tempat d. dapat menunjukkan persebaran penduduk suatu tempat 10. Penampang melintang dapat menunjukkan berbagai bentuk muka di bumi dasar laut. Di bawah ini yang bukan merupakan bentuk muka di dasar laut adalah…. a. pulau c. lereng benua b. palung d. sungai 2. 3. 4. 5. Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar! Pada peta tercantum tahun pembuatan peta. Fungsi tahun pembuatan peta adalah .... Peta yang mengambarkan tinggi rendahnya muka bumi disebut peta .... Simbol berupa segitiga hitam menunjukkan kenampakan berupa .... Krakatau adalah nama relief dasar laut yang berbentuk .... Mariana, Tonga dan Kermadec adalah nama relief dasar laut yang terletak .... III. 1. 2. 3. 4. 5. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat! Deskripsikan apa yang dimaksud interpretasi peta? Deskripsikan apa yang dimaksud peta topografi! Deskripsikan apa yang dimaksud penampang melintang! Apa kegunaan penampang melintang? Sebutkan bentuk muka bumi di dasar laut! 186 IPS SMP/MTs Kelas IX Apa itu peta? Peta merupakan elemen penting penunjang studi ilmu geografi. Pada dasarnya peta merupakan sebuah gambar atau simbol yang mewakili bentuk permukaan bumi. Simbol-simbol yang ada pada peta haruslah dipahami dengan tepat karena mempunyai makna atau arti. Pengertian peta adalah alat peraga yang menggambarkan permukaan bumi yang diperkecil dengan menggunakan skala. Ada unsur-unsur yang harus ada di dalam peta supaya peta dapat dibaca oleh siapa saja. Unsur-unsur pada peta dibuat berdasarkan aturan yang disepakati secara internasional. Beberapa unsur peta yang penting seperti judul peta, skala, Legenda, dan simbol. Adapun pengertian Legenda pada peta adalah bagian peta yang berisi keterangan dari simbol-simbol yang ada didalam peta. Fungsi Peta Peta memiliki fungsi atau kegunaan. Secara pokok, peta berfungsi untuk mengetahui gambaran menyeluruh dari permukaan bumi. Jenis Peta – Mengenal Peta Umum dan Peta Khusus Jenis peta ada berbagai macam. Ada yang disebut dengan peta umum dan ada pula peta khusus. Peta khusus atau biasa juga disebut peta Tematik, adalah jenis peta yang hanya menggambarkan satu fenomena geografi. Contoh peta khusus yaitu peta topografi. Peta topografi adalah peta khusus yang memberi gambaran tentang tinggi rendahnya suatu daerah atau permukaan bumi. Contoh lain dari peta khusus/ tematik yaitu Peta Iklim, Peta Kepadatan Penduduk, Peta Hasil Bumi, Peta Hasil Tambang, dan Peta Persebaran Daerah Industri. Adapun peta umum adalah peta yang dibuat berdasarkan kenampakan umum dari permukaan bumi, seperti misalnya gunung, pegunungan, pantai, dataran rendah, sungai, danau, laut, selat, jalan, bandara, pelabuhan, bandar udara, dll. Baca lembaga keuangan non bank Peta Topografi/ Peta Kontur contoh peta kontur Peta topografi biasa juga disebut peta kontur karena menggunakan garis khayal yang menghubungkan tempat-tempat atau wilayah yang memiliki ketinggian sama. Garis khayal tsb dikenal dengan nama garis kontur. Dengan menggunakan peta topografi atau peta kontur, kita bisa mengetahui secara lebih rinci dari relief atau tinggi rendahnya permukaan bumi. Jarak antara garis kontur dapat menunjukkan tingkat kelandaian/kecuraman suatu lereng. Jika garis kontur berimpit, tempat tersebut memiliki lereng curam. Pada peta kontur biasanya juga ada penampang melintang. Penampang melintang adalah penampang permukaan bumi yang dipotong secara tegak lurus vertikal. Dengan penampang melintang maka dapat diketahui/dilihat secara jelas bentuk dan ketinggian suatu tempat yang ada di muka bumi. Untuk membuat sebuah penampang melintang maka harus tersedia peta topografi sebab hanya peta topografi yang dapat dibuat penampang melintangnya. Interpretasi Peta Peta Asean interpretasi peta adalah memahami simbol-simbol yang ada pada peta dan hubungannya dengan simbol-simbol lainnya. Berbagai simbol yang ada pada peta misalnya simbol titik, simbol garis, simbol area, dan simbol warna. Cara menginterpretasikan peta topografi berbeda dengan peta umum karena simbol-simbol yang digunakan berbeda. Berikut beberapa penjelasan mengenai simbol-simbol yang ada pada peta ; Simbol garis hanya dipakai sebagai tanda, misalnya simbol garis menggambarkan jalan raya, jalan kereta api, sungai, dan batas administrasi. Sungai ditunjukkan dengan garis berkelok-kelok. Di sebelah garis tersebut biasanya terdapat nama sungai. Sungai-sungai besar yang terdapat di Pulau Sumatera antara lain Sungai Simpang Kanan, Asahan, Batanghari, Musi, Kampar, dan lain-lain. Pegunungan dan dataran tinggi ditunjukkan dengan warna merah dan kuning. Gunung ditunjukkan dengan bentuk segitiga. Segitiga merah artinya gunung berapi aktif, segitiga hitam artinya gunung tidak berapi tidak aktif. Di dekat segitiga tersebut terdapat nama gunung dan angka yang menunjukkan ketinggian tempat gunung tersebut. Dataran rendah dan rawa ditunjukkan dengan warna hijau dan hijau dengan garis putus-putus. Laut dan selat ditunjukkan dengan warna biru. Gradasi tingkatan warna menunjukkan kedalaman wilayah laut dan selat. Semakin pekat tua warna biru nya berarti semakin dalam laut atau selat tsb. Ketampakan jalan pada peta ditampilkan dengan simbol garis berwarna hitam atau merah. Misalnya jalan raya provinsi ditampilkan dengan garis berwarna merah yang tebal. Daerah perkebunan pada peta ditampilkan dengan menggunakan simbol yang berbeda-beda, bergantung pada jenis tanaman yang diusahakannya. Misalnya, perkebunan tebu dilambangkan dengan gambar tebu, perkebunan kelapa sawit dilambangkan dengan gambar kelapa sawit. Kota dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu ibu kota negara, ibu kota provinsi, ibu kota kabupaten, kota, dan kecamatan. Jenis-jenis kota tersebut pada peta ditampilkan dengan simbol yang berbeda-beda. Ibu kota negara disimbolkan dengan lingkaran hitam di dalam bujur sangkar merah, ibu kota provinsi dengan bujur sangkar berwarna merah, ibu kota kabupaten dengan dua lingkaran berwarna merah, kota dengan dua lingkaran berwarna hitam, dan kecamatan dengan lingkaran berwarna hitam. Baca lembaga keuangan bank Bentuk muka bumi di daratan dan lautan Bentuk permukaan bumi dapat kita bedakan menjadi bentuk muka bumi daratan termasuk sungai dan perairan darat lainnya dan bentuk muka bumi lautan. Berbagai keragaman bentuk muka bumi sebagai akibat tenaga yang berasal dari dalam bumi disebut tenaga Endogen dan tenaga yang berasal dari luar permukaan bumi disebut tenaga eksogen Bentuk muka bumi dapat berupa kenampakan alamiah dan kenampakan buatan. Kenampakan alamiah adalah kenampakan bentang alam pada peta yang terbentuk secara alamiah. Contohnya laut, danau, su ngai, gunung/pegunungan, dataran tinggi, rawa-rawa, dan lain-lain. Adapun Kenampakan buatan adalah kenampakan pada peta yang dibuat/ dibentuk oleh manusia. Contohnya, pemukiman, jalan, jalan kereta api, bandara, pelabuhan, dan lain-lain. Untuk menentukan suatu tempat apakah termasuk dataran tinggi ataukah dataran rendah, biasanya ditentukan dari ketinggian tempat tsb. Tinggi daerah pada dataran rendah, biasanya 0 - 400 m diatas permukaan air laut. Sedangkan dataran tinggi memiliki ketinggian berkisar antara 400-1000 m diatas permukaan air laut. Daerah pegunungan, tingginya lebih dari 1000 m diatas permukaan air laut. Pola Muka Bumi pada Peta pola muka bumi juga terdiri atas dua jenis yaitu pola fisik alamiah dan pola budaya buatan. Contoh pola alamiah, yaitu pola pegunungan dan pola aliran sungai. Adapun contoh pola buatan, yaitu pola permukiman penduduk dan pola jalan raya. Beberapa jalur-jalur pegunungan yang melewati kawasan Indonesia adalah sebagai berikut. a Pegunungan Sirkum Mediterian Pegungan Sirkum Mediterian yang memanjang mulai dari pegunungan atlas Afrika Utara yang bersambung dengan Pegunungan Alpen Eropa Selatan dan Pegunungan Himalaya Asia. Akhir jalur pegunungan tersebut berbelok ke selatan dan berangkai dengan pegunungan lipatan di wilayah Indonesia. b Pegunungan Sirkum Pasifik Deretan pegunungan ini bermula dari Pegunungan Andes Benua Amerika Selatan lalu menyambung dengan Pegunungan Rocky Benua Amerika Utara, kemudian berbelok arah ke Kepulauan Jepang dan menyambung dengan pegunungan -pegunungan di Kepulauan Filipina, kemudian memasuki kawasan Indonesia. Secara garis besar, untuk pola pemukiman penduduk, dibedakan menjadi 3, yaitu a. Pola permukiman memanjang. Pola ini biasanya terjadi karena mengikuti alur transportasi, seperti jalan raya ataupun sungai. b. Pola permukiman memusat. Yaitu berupa pola permukiman yang mengumpul pada satu titik wilayah. Misalnya pada permukiman di wilayah pegunungan. c. Pola permukiman terpencar. Terjadi karena pola permukiman induk sudah penuh, pemekaran sudah tidak memungkinkan, sehingga muncul pemukiman baru yang letaknya agak jauh dari permukiman induk. Relief Muka Bumi pada Peta Relief muka bumi adalah tinggi rendahnya permukaan bumi diukur berdasarkan ketinggian dari atas permukaan laut permukaan laut adalah garis pantai sebuah laut Terdapat beberapa metode untuk menunjukkan relief permukaan bumi pada peta, antara lain 1. Peta tiga dimensi atau peta timbul. 2. Peta dengan kode warna. 3. Peta Kontur. Demikianlah pembaca sekalian, kami harap informasi atau materi tentang interpretasi peta atas pola dan bentuk muka bumi yang kami berikan dapat bermanfaat. Bagi yang masih sekolah atau mungkin kuliah, mudah-mudahan dapat nilai yang bagus setelah membaca materi-materi di ini. Terimakasih! Tsunami adalah gelombang air yang sangat besar yang diakibatkan oleh macam-macam aktivitas di dasar samudra, berupa gempa bumi, pergeseran lempeng, atau gunung bencana yang juga mengancam daerah pantai adalah gempa. Sebenarnya tidak semua wilayah pantai di Indonesia berpotensi gempa. Pantai barat Sumatra, pantai selatan Jawa sampai Nusa Tenggara berpotensi gempa. Peristiwa tsunamiPantai di Pulau Kalimantan relatif aman dari gempa karena jauh dari pusat gempa. Wilayah lainnya adalah Sulawesi, Maluku, Papua, dan sejumlah pulau lainnya. Ancaman gempa juga dapat terjadi di daerah perbukitan dan pegunungan. b. Bukit dan Perbukitan Bukit adalah bagian dari permukaan bumi yang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah sekitarnya dengan ketinggian kurang dari 600 m dpal. Bukit tidak tampak curam seperti halnya gunung. Perbukitan berarti kumpulan dari sejumlah bukit pada suatu wilayah tertentu. Di daerah perbukitan, aktivitas permukiman tidak seperti di dataran rendah. Permukiman tersebar pada daerah-daerah tertentu atau membentuk kelompok-kelompok kecil. Penduduk memanfaatkan lahan datar yang luasnya terbatas di antara perbukitan. Permukiman umumnya dibangun di kaki atau lembah perbukitan karena biasanya di tempat tersebut ditemukan sumber air berupa mata air atau manakah daerah perbukitan ditemukan? Daerah perbukitan umumnya berada di antara daerah dataran rendah pantai dengan pegunungan. Daerah ini umumnya terbentuk karena adanya gejala pelipatan akibat gaya tekanan, sehingga menimbulkan lipatan pada permukaan bumi. Daerah perbukitan juga bisa terjadi karena adanya gejala ekonomi, khususnya pertanian, dilakukan dengan memanfaatkan lahan-lahan dengan kemiringan lereng tertentu. Untuk memudahkan penanaman, penduduk menggunakan teknik sengkedan dengan memotong bagian lereng tertentu agar menjadi datar. Teknik ini kemudian juga bermanfaat mengurangi erosi atau pengikisan oleh air. Aktivitas pertanian di daerah perbukitan, pada umumnya pertanian lahan kering. Pertanian lahan kering merupakan pertanian yang dilakukan di wilayah yang pasokan airnya terbatas atau hanya mengandalkan air hujan. Istilah pertanian lahan kering sama dengan ladang atau huma yang dilakukan secara menetap maupun berpindahpindah seperti di Kalimantan. Tanaman yang ditanam umumnya adalah umbi-umbian atau palawija dan tanaman tahunan kayu dan buah-buahan. Pada bagian lereng yang masih landai dan lembah perbukitan, sebagian penduduk juga memanfaatkan lahannya untuk tanaman padi. Pemanfaatan lahan pertanian di daerah perbukitanDaerah perbukitan sulit berkembang menjadi sebuah pusat aktivitas perekonomian, karena mobilitas manusia tidak semudah di daerah dataran sehingga pemusatan permukiman dan industri relatif terbatas. Meskipun demikian, daerah perbukitan dapat dikembangkan menjadi daerah pariwisata karena panorama alamnya yang indah dan suhu udaranya yang sejuk. Aktivitas pariwisata yang dapat dikembangkan antara lain wisata alam yang tujuannya menikmati pemandangan daerah perbukitan yang Dataran TinggiDataran tinggi adalah adalah daerah datar yang memiliki ketinggian lebih dari 400 meter dpal. Daerah ini memungkinkan mobilitas penduduk berlangsung lancar seperti halnya di dataran rendah. Oleh karena itu, beberapa dataran tinggi di Indonesia berkembang menjadi pemusatan ekonomi penduduk, contohnya Dataran Tinggi Bandung. Aktivitas pertanian juga berkembang di dataran tinggi. Di daerah ini, sebagian penduduk menanam padi dan beberapa jenis sayuran. Suhu yang tidak terlalu panas memungkinkan penduduk menanam beberapa jenis sayuran seperti tomat dan dataran tinggi menjadi daerah tujuan wisata. Udaranya yang sejuk dan pemandangan alamnya yang indah menjadi daya tarik penduduk untuk berwisata ke daerah dataran tinggi. Beberapa dataran tinggi di Indonesia menjadi daerah tujuan wisata misalnya Bandung dan Dieng. Potensi bencana alam di dataran tinggi biasanya adalah banjir. Karena bentuk muka buminya yang datar, dataran tinggi berpotensi menimbulkan genangan air. Tanda-tanda bencana banjir dan upaya menghindarinya telah dijelaskan pada bagian sebelumnyad. Gunung dan Pegunungan Gunung adalah bagian dari permukaan bumi yang menjulang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah sekitarnya. Biasanya bagian yang menjulang dalam bentuk puncak-puncak dengan ketinggian 600 meter diatas permukaan laut. Pegunungan adalah bagian dari daratan yang merupakan kawasan yang terdiri atas deretan gunung-gunung dengan ketinggian lebih dari 600 meter memiliki banyak gunung dan pegunungan. Sebagian gunung merupakan gunung berapi. Keberadaan gunung berapi tidak hanya menimbulkan bencana, tetapi juga membawa manfaat bagi wilayah sekitarnya. Material yang dikeluarkan oleh gunung berapi memberikan kesuburan bagi wilayah di sekitarnya. Hal itu menjadi salah satu alasan bagi penduduk untuk tinggal di wilayah sekitar gunung berapi karena lahan tersebut sangat subur untuk kegiatan pertanian. Gunung berapi di Indonesia umumnya merupakan gunung berapi bertipe Strato, yaitu gunung berapi berbentuk kerucut yang tinggi dengan lereng yang berapi adalah gunung yang memiliki lubang kepundan atau rekahan dalam kerak bumi tempat keluarnya cairan magma atau gas atau cairan lainnya ke permukaan bumi. Ciri gunung berapi adalah adanya kawah atau rekahan. Sewaktu-waktu gunung berapi tersebut dapat meletus. Sebagian gunung yang ada di Indonesia merupakan gunung berapi yang gunung berapi yang aktif adalah adanya aktivitas kegunungapian seperti semburan gas, asap, dan lontaran material dari dalam gunung berapi. Di Indonesia, sebagian besar gunung berapi tersebar di sepanjang Pulau Sumatra, Jawa sampai Nusa Tenggara. Gunung berapi juga banyak ditemui di Pulau Sulawesi dan Maluku. Beberapa gunung berapi di Nusantara sangat terkenal di dunia karena letusannya yang sangat dahsyat, yaitu gunung berapi Tambora dan Krakatau. Penduduk yang tinggal di gunung atau pegunungan memanfaatkan lahan yang terbatas untuk pertanian. Lahan-lahan dengan kemiringan yang cukup besar masih dimanfaatkan penduduk. Komoditas yang dikembangkan biasanya adalah sayuran dan buah-buahan. Sebagian penduduk memanfaatkan lahan yang miring dengan menanam beberapa jenis kayu untuk dijual. Seperti halnya di daerah perbukitan, aktivitas permukiman sulit dilakukan secara luas. Hanya pada bagian tertentu saja yang relatif datar dimanfaatkan untuk permukiman. Permukiman dibangun di daerah yang dekat dengan sumber air, terutama di lereng bawah atau di kaki gunung. Selain pertanian, aktivitas lainnya yang berkembang adalah pariwisata. Pemandangan alam yang indah dan udaranya yang sejuk menjadi daya tarik wisata. Aktivitas perkebunan teh di daerah pegununganKeragaman bentuk muka bumi ternyata diikuti pula oleh keragaman aktivitas penduduk dan komoditas yang dihasilkannya. Daerah pegunungan dan perbukitan pada umumnya menghasilkan produk-produk pertanian berupa sayuran, buah-buahan, dan palawija. Daerah ini memasok kebutuhan penduduk di daerah dataran yang umumnya merupakan pusat-pusat permukiman penduduk. Sebaliknya, daerah dataran menghasilkan banyak produk industri yang dikonsumsi oleh daerah lainnya. Mobilitas penduduk dan barang terjadi di antara daerah-daerah tersebut karena perbedaan aktivitas penduduk dan komoditas yang dihasilkannya. Potensi bencana alam di daerah pegunungan adalah longsor dan letusan gunung berapi. Tanda-tanda longsor dan upaya untuk menghindarinya telah dijelaskan pada bagian sebelumnya.

bentuk dan pola muka bumi